Minggu, 27 Desember 2015

Senin Subuh


Ujung desember. Tuhan kenapa Kau hadirkan lagi aroma januari yang begitu suram? dipenghujung ini, seharusnya yang kucium adalah wangi kembang api.
Rasanya aku tidak akan pernah lupa, sampai mau gila.
Aku percaya padanya, ntah bagaimana dia padaku. Tapi, Tuhan... yang bersarang di kepalaku, ku harap itu hanyalah ketakutanku di masa itu yang tidak ada didalam kehidupannya, harus tak ada. Ku mohon bagaimanapun itu.. aku ingin tetap menyayanginya. Rasa yang membikinku hampir gila, enyah dan pergilah.

Sabtu, 26 Desember 2015

Selasa, 22 Desember 2015

Nggantung


Mencemburui sesuatu yang sudah lewat, semisal cemburu pada apa - apa yang menjadi kenanganmu dimasa lalu yang tentu bukan dilalui bersamaku. Perempuan bodoh mana yang dengan kurang kerjaannya mencari tahu seluk beluk ceritamu pada masa itu? sudah pasti hanya aku, ah tidak, mungkin beberapa perempuan lainnyapun begitu.
Rasanya cemburu dan iri bercampur jadi satu. Aku iri pada dia yang dulunya pernah dengan bebas bercakap - cakap denganmu tanpa perantara, aku lebih iri saat dia dapat memelukmu erat.. mendengar degup jantungmu dan tenggelam didalam sana. Saat dia dapat menggenggam jemarimu, menatap matamu, melihat senyummu....
aku...

Kamis, 17 Desember 2015

Absurd.

Kamu resmi sendirian, terhitung sejak tiga hari yang lalu. Sendiri menurut versimu, bukan orang lain.
Nyatanya sayap ayam masih tetap lezat dimakan walau tanpa kawan, tetap gurih, namun rasanya.. entahlah yang kau rasa hambar.
Di tempat seramai ini dan kau memilih duduk di pojokan, menikmati makananmu sendirian, dengan wajah yang... kau tahu, mereka mungkin berpikir kau begitu menyedihkan dan.. kesepian, bukan begitu?

***

Resmi tiga hari kawanku kembali pulang ke kotanya, resmi tiga hari aku menghabiskan waktuku dengan melakukan segala hal yang menyenangkan sendirian. Iya betul, rasanya sepi, sebab aku melaluinya sendiri, menghabiskan hari seorang diri, menonton film komedi, mengantre dan mendapatkan dua potong sayap ayam dan menghabiskannya sendiri, walau begitu aku tidak semenyedihkan yang dibayangkan. Aku sudah terbiasa melakukan apapun seorang diri, namun, kali ini... rasanya.... aku butuh teman bicara.
Alunan lagu natal berbagai dekade menggema, wajah orang - orang bahagia. Dan aku tidak perlu merasa kesepian, bukan begitu?

***

(di suatu sore, pada hari ke tujuh belas di bulan desember)

Senin, 23 November 2015

Nanti mungkin begini


(Barangkali, hatiku adalah lautan. Semakin kuselami kedalamannya yang kutemui hanyalah kegelapan, pekat, kamu tak akan mengerti, sebab akupun begitu)

Nanti sayang, aku akan memasuki masa dimana merindukanmu adalah sesuatu yang tidak boleh ku kerjakan. Sebab hatimu sudah pada tempat baru yang akan membahagiakanmu sampai - sampai ia dapat menghapus segala ingatanmu tentangku. Kau akan memberinya rasa sayang lebih banyak daripada yang pernah kau berikan untukku. Kau akan lebih takut kehilangannya sampai - sampai kau jaga hatinya selalu.

Nanti sayang, pada saat itu kupikir yang kubisa hanyalah bermain bersama kenangan, penyesalan, kesedihan.

Nanti sayang, disaat itu ku harap hatimu sudah kembali utuh, lukaku? biarkan ia sembuh seiring berjalannya waktu.

Sesekali kau dapat mengingatku jika kau mau, karena disaat itu mungkin aku juga sedang mengingatmu. Memanggil - manggil namamu, mendengarkan lagu - lagu rindu. Lalu berharap suatu hari dapat bertemu.

Menjabat tanganmu.

Menatap kedua bola matamu.

Mengepang rambutmu,

Menyentuh pipimu,

Memelukmu?

Memelukmu?

Memelukmu?

Memelukmu?

Memelukmu?

Memelukmu?

Memelukmu?

Memelukmu?

Memelukmu?

Memelukmu?

dan semua yang menjadi angan - anganku sejak lama.

Aih Tuhan, hayalan macam apa ini!
Membayangkan dan menuliskannya membikin hatiku sesak.

Sabtu, 21 November 2015

flashback.


flashback ke tanggal 13 juli

yang lucu adalah hari itu tepat hari ulang tahun saya (ya ga penting penting amat sih) nothing special as always, yaaa banyak ucapan dari sana dari sini tapiiii yang tunggu - tunggu takunjung datang, sekalinya datang...

drrtttt... drrrrttt....

yang ditunggu gatau aja tuh kalo jantung saya rasanya mau copot pas lihat namanya dilayar handphone.

okey. satu. dua. tiga.
saya angkat.

"blabla bla bla bla bla bla blaaa blablaaa blaaa bla blaa, kepomu itu keterlaluan tau gak!" nada suaranya meninggi.
klik. telepon putus.

HAHAHA hai, saya belum sempat bilang "HALLO" lohhh!

hai, saya pikir tujuannya itu pengen ngucapin "selamat ulang tahun, nisa"

eeeh.

yang ditunggu selamanya gak bakal datang. yang ditunggu selamanya bakalan biarin kita nunggu.
dan sejak saat itu saya pikir, itu adalah hari ulang tahun paling buruk sepanjang saya hidup haha, lebay ya? iya ih lebay.

ih gak penting!

Minggu, 08 November 2015

Jatuh


Aih, sepertinya aku jatuh hati.
Pada seseorang yang hanya bisa aku dengar suaranya dari playlist lagu di handphoneku.
Pria bertopi klasik, yang pandai menulis lirik manis, mengulik nada romantis.

Duh Gusti, bagaimana ini?
Aku orang biasa dia artis. Walau sejatinya dia juga sama sepertiku, sama - sama makan nasi.
Aku jatuh hati pada image yang dia ciptakan, atau memang seperti itu adanya dia?

ha ha ha

Bahagiaku ternyata jadi sederhana, sesederhana melihat 'screenling menyukai foto anda' di instagram. Tidak perlu dia bilang thankiss, itu saja sudah membikin hatiku kembang kempis.

Duh Gusti, tapi aku tahu, bukan cuma aku yang jatuh hati padanya juga karya - karyanya.
Lalu aku harus bagaimana?
Aku jadi ingin ke Surabaya...
Junandharu yang cuma separuh.
Manado, 2015



Selasa, 03 November 2015

Silampukau - Puan Kelana

from instagram @candrikasoewarno


Kau putar sekali lagi Champs-Elysees.
Lidah kita bertaut a la Francais.
Langit sungguh jingga itu sore,
dan kau masih milikku.
Kita tak pernah suka air mata.
Berangkatlah sendiri ke Juanda.
Tiap kali langit meremang jingga,
aku ‘kan merindukanmu.
Ah, kau Puan Kelana,
mengapa musti ke sana?
Jauh-jauh Puan kembara,
sedang dunia punya luka yang sama.
Mari, Puan Kelana,
jangan tinggalkan hamba.
Toh, hujan sama menakjubkannya,
di Paris atau di tiap sudut Surabaya.
Rene Descartes, Moliere, dan Maupassant.
Kau penuhi kepalaku yang kosong;
dan Perancis membuat kita sombong,
saat kau masih milikku.
Kita tetap membenci air mata.
Tiada kabar tiada berita.
Meski senja tak selalu tampak jingga,
aku terus merindukanmu.
Ah, kau Puan Kelana,
mengapa musti ke sana?
Jauh-jauh Puan kembara,
sedang dunia punya luka yang sama.
Mari, Puan Kelana,
jangan tinggalkan hamba.
Toh, anggur sama memabukkannya,
entah Merlot entah Cap Orang Tua .
Aih, Puan Kelana,
mengapa musti ke sana?
Paris pun penuh mara bahaya dan duka nestapa,
seperti Surabaya.
Surabaya, 2014

Minggu, 01 November 2015

Dari yang Sedang Gamang.

from tumblr.
kepalanya
dibasuh air panas
tidak
melepuh,
bernanah sedikit.
di kepalanya mendung
abu - abu, aku
tahu
seperti ribuan makhluk
misterius sedang bersekongkol
memintal hujan deras
memintal
hujan
deras hujan
deras
memintal hujan
deras memintal
deras
dari gulali seorang anak
kecil
yang merengek minta
dibelikan ibunya.
hidupnya harus panjang
nanah busuk
menyengat
dapat mengering walau tidak cepat
dan aku tahu
dia
tahu
aku tahu
dia
t
a
h
u
a
l
a
s
a
n
k
u
m
e
n
u
l
i
s
c
a
t
a
t
a
n
t
i
d
a
k
j
e
l
a
s
m
a
l
a
m
m
a
l
a
m
b
e
g
i
n
i
kepalanya malam gelap
tak ada kunang - kunang,
bau nanah
menyengat
kunang - kunang enggan
datang
makan gulali
anak kecil yang merengek
minta dibelikan
ibunya
ia kedinginan
menjilati lukanya sendirian.
kepalanya
dibasuh air panas,
tidak melepuh,
bernanah sedikit
hanya sedikit.

(dari yang sedang gamang)

Selasa, 27 Oktober 2015

perihal kepergian.

sedih. rasanya sesak, memilukan. lebih sedih ketimbang ditinggal pergi sang kekasih (btw, ini sedang nggak bermetafora). hidup tak hanya menyoal statis, tidak selamanya kamu akan berada didalam zona nyamanmu, satu waktu kamu harus terpaksa keluar karena dipaksa meninggalkan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin kamu tinggalkan.

seperti teman - temanmu, teman mainmu, sahabatmu, kalian bertemu karena dikondisikan waktu dan tempat. but finally, satu persatu akan pergi meninggalkan kamu dan semua cerita - cerita kalian dulu. lulus kuliah lebih dulu, pulang ke tempatnya masing - masing. dan kamu harus kembali belajar menyesuaikan diri karena akan berbuat dan melakukan apa - apa tanpanya.

rasanya kamu tidak ingin berpisah, rasanya masih banyak hal yang belum kalian lakukan bersama, namun waktumu sudah habis, selesai. kalian, barangkali hanya ditakdirkan menjadi sahabat temporer yang kemudian akan dipisahkan jarak lalu disuatu waktu hanya akan bertegur sapa lewat surat elektronik, saling melontarkan kata rindu, bernostalgia, kemudian berakhir pada pertanyaan "kapan akan bertemu lagi?". entah.

fahrian lalu riri dan kemudian besok giliran dini, hahaha kenapa malam ini jadi mellow begini?
otak tanpa diminta mengingat - ngingat kembali semua kenangan tentang dini, dari awal sampai akhir, tidak jangan sebut ini akhir, ini awal yang sesungguhnya. selamat memasuki dunia orang dewasa, dini my cancermate.
Im gonna miss you and ice cream.

Sabtu, 24 Oktober 2015

Roman Picisan.

Haha untuk melihatmu, aku tidak butuh kacamata, Tan. Segalanya terasa jelas, segalanya begitu nyata walau lampu remang menambah rabun di mataku.
Dan aku tidak pernah salah duga, matamu tetap seperti panda lalu mereka tampak lelah, tidurmu tak teratur? atau bagaimana? memang seperti itu matamu?

Kamu banyak tersenyum malam tadi, Tan. Barangkali kamu sedang bahagia? yang entah aku tak tau untuk apa dan siapa karena apa.

Ini klasik dan menjijikkan tapi sumpah aku ingin waktu berhenti sejenak ketika kamu berada tidak jauh di depanku saat tengah asik melahap mie ceplok yang kamu pesan. Aku tahu, kamu tahu aku memperhatikanmu dari balik punggung temanmu. Akan lebih bagus lagi jika aku tahu, kamu salah tingkah saat itu.

Perasaanku, Tan, jangan tanya bagaimana. Maksudku jika kamu bertanya apa aku bahagia saat bertemu denganmu malam tadi, tidak ragu - ragu akan ku jawab YA. Tapi kalau kamu tanya bagaimana perasaanku, perasaan seorang anak perempuan kepada seorang lelaki, rasanya sudah menghilang Tan, aku bahkan tidak deg - degan lagi. Aku tidak malu - malu lagi, tidak sembunyi - sembunyi lagi, aku sudah besar, Tan. Aku sudah pandai mengontrol perasaanku. Rasanya tidak sama lagi, tapi kamu akan selalu di hati.

Ku harap kamu pun senang bertemu dan melihat perubahan sikapku yang sudah lebih dewasa saat berada di dekatmu. Aku tahu, setelah ini kamu mungkin lupa pernah bertemu denganku, tapi aku tidak ingin Tan, aku harus menulisnya, mereka harus kuabadikan. Agar dapat ku kenang terus menerus. Saat aku terlalu lelah menghadapi urusan di Kampus akan ku baca lagi tulisan tentangmu, mungkin, mungkin mereka akan membikin hatiku senang lagi. Kupikir aku perlu itu untuk nanti.

Tan yang tidak pernah berubah, iya jangan berubah. Tetap menjadi Tan yang seperti itu saja. Gaya, sikap, begitu - begitu saja. Aku bahkan tidak apa kalau kamu tetap sedingin esbatu saat ada didekatku, atau kamu bahkan enggan menyebut namaku maka kamu tidak pernah menyebutnya, aku tidak apa. Karena kamu yang seperti itulah yang aku suka. Dan usia perasaanku mereka sudah hampir memasuki tahun ke 5. Dan kamu begitu - begitu saja. Jangan pernah jadi ramah.

Sampai bertemu dilain waktu, Tan..

Disaat itu, walau usiaku dan usiamu terus bertambah, pelan - pelan aku juga akan tumbuh menjadi wanita dewasa dan bertemu banyak orang baru nantinya, mencintainya, ku pastikan aku akan terus menyukaimu. Sebatas menyukaimu.

Karena mungkin, takdirku di kehidupanmu selamanya hanya akan sebatas itu..

Semoga mereka mengerti.

Nisa.

Takdir.


Kamu percaya takdir, Tan? Saya percaya. Sangat percaya. Takdir membawa saya bertemu dengan kamu, malam ini, melalui banyak perantara. Mungkin kamu tidak percaya, mungkin. Tapi saya percaya.
Kalau kamu pikir setelah ini kita tidak akan pernah bertemu lagi sebab masing - masing dari kita akan sibuk dengan hidup yang akan kita jalani di kota yang berbeda, saya tidak, Tan.
Saya percaya kapan dan dimanapun nanti, jika Tuhan bilang "bertemu", kita pasti bertemu lagi. Bagaimanapun caranya.
Dengan takdir kita berdua yang (mungkin) akan tetap selamanya seperti itu, menjadi sepasang pemuja dan idola.
Kamu, barangkali juga harus jadi percaya, Tan.

(manado, oktober 2015)

Kamis, 15 Oktober 2015

Beda.

from tumblr

The power of "cuma kamu" but the truth is..... "cuma kamu, dan kamu, dan kamu dan kamu..."
Oh, rasa.
katanya kamu sudah mati, kenapa hidup lagi?
barangkali kamu cuma mati suri?
Entah, belakangan rasa sesak lebih juara daripada rasa - rasa yang ada.
Seperti kamu di bekap sesuatu yang meracunimu dari belakang,
atau
kamu dipaksa menggendong beban seberat seratus lima puluh ribu lapan tiga ratus enam ribu juta ton.
 
Kamu nggak akan kuat, sayang.

(Sambil mendengarkan Lionel Richie - Hello)

Selasa, 13 Oktober 2015

Ini tentang...


Kemarin - kemarin iseng buka Facebook, liatin status lama juga note - note lama, lalu nemu satu note pendek di tahun 2013. Mikir lama, apa yang ada dibenak saya pas nulis ini, kenapa saya bisa nulis ini, gimana kejadiannya kok bisa begini, karena pas saya baca lagi tulisan itu sekarang saya gak ngerti hehe.

" diatas. kita sedang berada pada jarak
yang sangat
dekat.
kaki tinggal melangkah hanya dengan
beberapa hitungan saja lalu sampai
ditempatmu.
tapi kamu dimana?
tidak kasat mata.
atau minus dimataku bertambah?
atau
bukan giliranmu saat ini?
jadi kapan waktu akan berbaik hati
mempertemukan
kita, lagi? "

Setelah dibaca terus - terusan akhirnya ngerti juga kenapa saya nulis catatan itu. kapan dan waktunya saya ingat betul. ternyata catatan itu memang ditujukan untuk seseorang yang tidak lain tidak bukan adalah Tan. tulisan itu dibuat pada bulan juni di tahun 2013 tepat di hari wisudanya.
Saya yang ditemani Ilona hampir saja membolos satu mata kuliah (yang pada saat itu sedang UAS) demi hanya untuk melihat proses wisuda Tan di Aula fakultas.

Dari jauh saya memanfaatkan smartphone saya untuk menulis catatan ini, Tan ada di depan saya, dia jelas - jelas ada, namun saya tidak berani untuk menghampiri dia hanya untuk mengucapkan 'selamat wisuda'. Ilona mengajak untuk mendekati Tan, tapi saya tidak seberani itu. seperti yang sudah - sudah saya hanya berdiri dari sudut paling rahasia, melihat senyum bahagianya dari kejauhan, dan diam - diam berbisik mengirimkan ucapan selamat juga doa - doa baik agar ia selalu di berkati Tuhan. betapa menyedihkan jatuh cinta sendirian.

Membaca kembali tulisan itu, mengingat - ngingat kembali ceritanya membikin hati terasa sesak. sesak karena rindu. Berbicara tentang pemuja rahasia, berbicara tentang jatuh cinta diam - diam, berbicara tentang cinta yang tak terbalas, ya berarti berbicara tentang Tan.

Sampai kapanpun, Tan akan tetap jadi kenangan paling manis di masa perkuliahan saya.

Fyi, saya sudah semester akhir, Tan. Sedang menunggu waktu untuk seminar proposal, setelah itu mungkin akan (sok) sibuk menulis skripsi. Saya sudah hampir lulus, Tan. Saya sudah hampir pergi. Tapi kamu harus tetap tinggal. Semoga akan tetap tinggal :)

Jumat, 09 Oktober 2015

Let's move!


Move. Awalnya pasti sulit. Yang biasanya kalian saling sapa, kamu nyapa duluan atau mungkin dia yang nyapa terus - terusan. Lalu kalian ngebahas apa aja, dan nyaman, NYAMAN, satu kata yang bisa ngebuat hancur obrolan - obrolan selanjutnya.
Karena si nyaman inilah segala - galanya di sangkut pautkan dengan perasaan, karena si nyaman inilah semua - muanya jadi mellow total.
Mungkin ini sedang berbicara tentang diri saya, atau berbicara tentang orang lain mungkin.
Lalu setelah merasa sangat nyaman, kalian baru sadar dan bilang "Eh iya. Kan kita bukan siapa - siapa"
"Kamu envy kenapa?"
dan kamu nggak tau jawabannya apa.
Akhirnya kamu malu, obrolan jadi gak seru. Kamu hanya perlu waktu sedikit lagi tidak lama dia akan pergi karena dia baru menyadari 'she's so freakin weird' walaupun perkenalan kalian atas dasar "we are same, let's be weird together!"
Move. Move. Move on.
Seharusnya, dan semestinya rasa nyaman gak kamu pelihara. Toh awalnya kamu gak ngerasa apa - apa kan? barangkali, perlakuannya ke kamu teramat istimewa. HAHAHA iya kamu ngerasa gitu, bayangkan kamu jadi kamu, kamu tentu juga akan ber.... bunga - bunga. Tapi si gadisnya muncul, dan hadir terus tanpa kamu tau,
I feel for her what she's feeling for you. Dan si gadis yang pertama, kamu mah apa, huh?
Hey, i should be 'biasa aja' right? coz the truth is we are just a stranger.

Kamis, 08 Oktober 2015

Nostalgia.


"Aku adalah hujan, kalau kamu gak suka gak apa - apa. Silahkan berteduh" -PidiBaiq

Miss searching, katanya aku autis. Kepoku keterlaluan. Makanya dia gak betah lalu pergi,
pulang ke Jupiter. Karena memang rumah penduduk Sagitarius disana.

Dia pulang dan berteduh.
Aku di Pluto sendirian, tapi tidak apa. Setelah ini aku ke Bulan.
Angkasa penuh rahasia, hatiku juga. Hujan akan beku.
Dia harus tahu.

8/10/2015

Minggu, 04 Oktober 2015

jhyfdeswknvxx

Are you okay?

No.

Saya sedang tidak baik - baik saja, maka saya lari. Cuma itu yang saya bisa. Kabur. Sembunyi.
Kasih saya mantra yang bisa membuat hilang, dan sekali muncul lalu tiba di bulan. atau pluto. Berbagi cerita dengan alien pakai bahasa Indonesia HAHAHA mungkin menakutkan. Tapi tak apa. Mungkin saya menakutkan didalam pikirannya.

Saya harus kabur kemana?

Saya mesti kabur kemana?

Jangan tanya saya kenapa, jangan ajak saya bicara. SAYA SEDANG TIDAK INGIN DISAPA DAN MENYAPA!!
Saya mau kabur. Nanti kalau agak mendingan, saya pasti kembali.
Tapi tidak usah ditunggu.

Rabu, 23 September 2015

Pulang.

" pulang adalah kata yang bakal coba ku lupakan. berat buat pulang. ga mau pulang "

aku gatau apa alasannya, aku gamau nanya. tapi sesekali kamu harus 'ingin pulang', tapi sesekali kamu harus bisa tau ada yang menabung rindu setiap kamu pergi dan tak ingin pulang, tapi kamu harus tau...

ah skip. buntu aku. lagian aku kayanya sotau.

aku aja pengen pulang, ke rumah. aku pengen cium ibuku, pengen peluk abahku, didalam otakku sekarang cuma ada pertanyaan ini "kapan aku bisa pulang?". tapi setiap orang pasti punya alasan. kamu mau ngasih tau?

eh, aku laperr.

Selasa, 22 September 2015

topeng.


aku lihat topeng dimana-mana, orang - orang pakai topeng. topeng wajah penjahat, topeng wajah malaikat.
aku ditengah2nya. kadang malaikat, tidak jarang penjahat, dan aku muak.

Sabtu, 19 September 2015

Float - Sementara

Sementara... teduhlah, hatiku
Tidak lagi jauh
Belum saatnya kau jatuh
Sementara... ingat lagi mimpi
Juga janji-janji
Jangan kau ingkari lagi


Percayalah, hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Jangan henti disini


Sementara... lupakanlah rindu
Sadarlah, hatiku
Hanya ada kau dan aku
Dan, sementara... akan kukarang cerita
Tentang mimpi jadi nyata
Untuk asa kita berdua


Percayalah, hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
Nikmatilah lara
 
Percayalah, hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
Nikmatilah lara


Percayalah, hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
Nikmatilah lara
Untuk sementara saja

Rabu, 16 September 2015

Semoga.

" semoga suasananya tetap baik ya. kan kita tetap hangat dan saling sapa seperti malam yang merindukan pagi"

Rabu, 09 September 2015

HALLO.

HALLO.
AKU MAU LIAT KAMU PAKE TOGA, DONG. PASTI KEREN. TAPI AKU GATAU MESTI LIAT DIMANA. AKU KEPOIN KEMANA - MANA GA NEMU. KALI INI AKU KALAH. AKU MATI GAYA. HAHAH
LUCU YA..
YANG DULUNYA ASING EH BALIK LAGI JADI ORANG ASING.
YAUDAH DEH. JANGAN LUPA BAHAGIA!

(Nb: Sambil mendengarkan The Adams - Hanya Kau)

Jumat, 04 September 2015

buntu.

hatiku
layu
hujan
kian 
deras
namun
aku
tak
membiarkan
ia
terkena
rintiknya
hampir
mati
kekeringan
meronta
meronta
dan
aku
kebingungan
dicekik
rindu
juga
sesal
yang
semakin
hari
kian
menggunung
hatiku
minta
pelangi
yang
bersembunyi
di telapak
tangannya
hatiku
mau
bersembunyi
disitu
disela-sela
jemarinya
menjadi
apa-apa
yang
digenggamnya
aku
ingin
jadi
airmatanya
rasa
sedihnya
rasa
sendunya
aku
ingin
dia
terus
memberi
hatinya
walau
hatiku
kini
layu
aku



buntu...

Catatan Akhir Kuliah.


Kamu tau, memperjuangkan sebuah gelar di akhir perkuliahan ternyata lebih susah dibanding memperjuangkan hatinya Tan, dulu. Susah. Dan ribet. Tapi saya harus tetap semangat, ada yang menunggu di rumah, ada yang tidak pernah lelah mengirim doa.

Sarjana. haahaha

Setelah ini saya harus apa? bagaimana? melanjutkan sekolah lagi? bekerja? jadi apa? gelar ini akan sangat membantu? oh ya? lalu setelah itu apa?
semakin dewasa semakin tidak punya cita - cita.

Iya, dulu saya punya cita - cita yang menurut saya keren: jurnalis. Maka saya memutuskan untuk berkuliah komunikasi. Semangat yang menggebu - gebu di awal semester laluuuu padam begitu saja. Sekarang malah tidak ingin melanjutkan cita - cita itu lagi.

Untuk kedepannya saya hanya berpikir akan bekerja menjadi apa saja, mungkin saya akan menerima untuk menjadi ini atau itu, yang penting orang - orang dirumah bahagia.

Walau begitu semoga mimpi - mimpi yang sudah lama saya tabung ini bisa menjelma nyata di suatu hari:
Menerbitkan beberapa novel romance, memiliki toko roti, mempunyai publishing house sendiri, juga rumah kopi bernuansa cozy.

Kalaupun sulit diwujudkan, setidaknya berhayal untuk memilikipun sudah sangat menyenangkan.

Kamis, 03 September 2015

dialoque.

A: "djdnfjdxnxjdksowosjdjdjd"

B: "hsjdjsiouqwe."

A: "ip*#:#¥+%/%/)'?'/¥#-#"

B: "YfGshdnxdjdodop?"

A: "-¥jjdks363839;¥,,js"

B: "ldpdndnaqweuxx;++¥+@#)=€[€]]€]¢[£_£¢√|×€"

A: "}}|וΠ£√~√¢÷€_¢=Jdjd,jsjdkd"

B: "ipxjzcxnzkdkksod !"

A: "jfpwyrurofpsahakwjdjf"

B: "w h y ???"

A: "BCOZ I'M UGLY!!"

Selasa, 01 September 2015

Sajak Dua September (Masih Sama)


Barangkali, di seratus ribu juta tahun setelahnya ia-lah putri jelita dari kerajaan langit, sesungguhnya.

Di pipinya senja kan beranak pinak, merekah rona, serta merta bertiuplah tudungnya; kadang beras ketan, kadang lautan lepas.

Ia-lah bersembunyi, lalu berkatalah dia:

"Aku lah arang, sebentar lagi serupa debu dan diterbangkannya aku oleh angin"
"Aduhai! tak ada yang mengenali. aku tetap berlari dan bersembunyi"

Palsu.

-Nisa.

Kamis, 27 Agustus 2015

Mesin Penenun Hujan - Frau

Merakit mesin penenun hujan
Hingga terjalin terbentuk awan
Semua tentang kebalikan,
Tertulis, terlukis, tergaris di wajahmu

Keputusan yang tak terputuskan
Ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan,
Kebalikan diantara kita

Kau sakiti aku
Kau gerami aku
Kau sakiti, gerami, kau benci aku
Tetapi esok nanti kau akan tersadar
Kau temukan seorang lain yang lebih baik
Dan aku kan hilang
Ku kan jadi hujan
Tapi takkan lama,
Ku kan jadi awan....

Sabtu, 22 Agustus 2015

Munafik.

Perempuan adalah asli tapi dia palsu,
dan dia muak.
dan dia harus berhenti,
namun cara masih menjaga rahasia.
Nyaman membikin hatinya serupa iblis yang betah berlama - lama di dalam surga.
Bagaimana bisa?
memberontak, bilang tidak
tapi gagu.
Perempuan ratu dari segala ratu kelas kakap.
Namun tenang, kamu bukan sang raja.
Berbahagialah dan jangan sampai makan buah khuldi!
di paling dasar yang berwarna merah muda, ia berteriak.
"kasihan dia, sudah cukup, jangan lagi"
tapi ia takut kesepian.
Jahat bukan?

Senin, 10 Agustus 2015

Mungkin Perlu

Kemarin,

Entah sudah manusia keberapa yang lewat di kananku, entah sudah berapa kali berganti tempat duduk orang yang berada tepat di hadapanku, tapi aku masih disini, di sudut ruangan yang barangkali cuma aku dan  pemiliknya ketahui.
HAHAHA
Masa aku semenyedihkan itu? aku ingin makan, tapi aku tidak lapar. Jadi, aku duduk saja. Diam. Setelah lelah berjalan - jalan dalam hayalan.
Sebentar lagi langit gelap, apa aku peduli? jelas iya, aku "tidak boleh pulang terlalu larut", kata Mama. Tidak tidak, Beliau bilang "kalau hari sudah malam tidak perlu keluar lagi"
Tapi aku sedari pagi.
Jujur, aku ingin menangis tapi aku tidak mau menangis. Aku tidak tahu apa yang harus ku tangisi. Kenapa dunia begitu terasa hampa? kosong? sepertinya aku harus pandai - pandai dan banyak bersyukur.
Barangkali, Tuhan harus memberiku spidol warna pelangi agar warnaku tidak melulu soal hitam dan putih.
HAHAHA
Kadang aku rasa... aku ingin. Tapi aku ini apa?
Belum waktunya, mungkin. Tapi didalam sini sedang tidak menginginkan apa - apa, lalu kenapa ia hambar?
Mungkin aku perlu bertengkar hebat, lalu tidak lama kembali akur, menonton dan mendengarkan bersama musik yang kusuka dan dia suka, berkeliling dan mencoba tempat mana yang memiliki hot chocolate juga kopi hitam yang lezat, mungkin aku harus rasakan itu, mungkin aku harus tahu seperti apa aroma tubuhnya, mungkin aku harus tahu jenis shampo apa yang ia pakai, mungkin aku perlu berbagi cerita juga ketakutan - ketakutanku yang tidak ingin jadi manusia dewasa, mungkin aku tidak perlu pakai masker lagi dan lebih percaya diri lagi di depannya, mungkin...
Mungkin aku tidak harus bermungkin - mungkin.
Mungkin aku harus pulang ke kost, sebab sudah hampir jam enam dan ice cream sudah tenggelam, di dalam perutku.

Jangan.


jangan jatuh cinta!
jangan, sebab percaya.. kamu akan kecewa pada akhirnya.
kalaupun begitu, biar aku saja.
jangan jatuh cinta!
aku tidak seperti kelihatannya.
percaya....

1008. -Mdc

Minggu, 26 Juli 2015

Rumah


Aku ingin punya rumah, Tuhan
yang dalam pelukannya adalah tempatku selalu pulang
bukan untuk sekedar singgah namun untuk selamanya
aku ingin punya rumah, Tuhan
yang pada senyumannya segala gundahku akan hilang
yang pada teduh matanya seolah pundakku ditepuk dan bilang

"semuanya akan baik - baik saja"

Yang tidak perlu bertanya "kamu kenapa?"

Melainkan cukup sekedar duduk disebelah kananku dan diam, mendengarkan apa - apa yang tidak terkatakan oleh lisan.

Aku ingin punya rumah, Tuhan
yang tiap kali aku pergi, membuatku merasa ingin cepat pulang dan ia akan selalu menungguku datang.
Menyambutku dengan pelukan, senyuman, juga tatapan mata yang meneduhkan.

Keinginan ini tidak ketinggian, kan?

Minggu, 19 Juli 2015

Tentang Sahabat.


Pertama kenal tahun 2006. semenjak lulus SD dan memutuskan untuk masuk di madrasah tsanawiyah yang sama, dari masih ingusan, masih cupu, masih pada dekil, masih "babingung-babingung" istilah sorongnya.

Lupa ceritanya sampai bisa berteman sama mereka, tau - tau udah berempat saja kalau kemana - mana. saya, rizqa, sarni, dan kartika.

Saya kenalin sedikit tentang mereka:

1. Rizqa Sanusi anaknya bapak sanusi, berdarah Makassar, lahir tanggal 30 oktober. paling mungil, paling pemalu, paling soleha, dan menjadi kesayangan diantara kita berempat dan sudah menikah sebulan yang lalu dan suaminya berdarah jawa dan paling cengeng, dan paling pintar bahasa arab, dan menjadi idola saya.

2. Kartika Ramadhanti a.k.a Ega. rada nggak nyambung dipanggil ega sih, katanya waktu dia lahir pada tanggal 5 maret 21 tahun yang lalu bertepatan saat warna langit sedang berwarna kemegahan, jadilah panggilannya ega. mahasiswi bahasa inggris. berdarah jawa-manado dan sekarang punya kebiasaan ngalis kalo keluar :p

3. Yang paling dirindukan; Sarni Sakia Tuasikal. kelahiran tahun 92 tepat di tanggal 14 september. berdarah ambon. playgirl. aysha lovers garis keras. dulu sempat tomboy sekarang sudah insaf dan girly abis. sarni adalah manusia paling gila foto seantero jagat, hobinya selfie :p

Lulus dari Mts, Saya, Rizqa dan Kartika melanjutkan di sekolah yang sama sedangkan Sarni melanjutkan ke sekolah yang berbeda, sendirian.

Sempat sedih, cemburu juga takut dilupakan, takut kalau saja mereka bakal sombong saat mendapat teman baru di lingkungan baru, takut kalau mereka akan merasa jauh lebih nyaman dengan teman - teman barunya, takut kalau saja nanti justru saya yang akan melupakan mereka.

Di sekolah yang sama a.k.a Man Model Sorong, saya, rizqa, dan kartika ditempatkan di kelas yang berbeda - beda. saya kelas A, rizqa kelas E, kartika kelas D. saya bertemu banyak teman baru, saya bermain, curhat, dan melakukan banyak hal bersama mereka, tapi rizqa sarni kartika tetap punya tempat tersendiri di hati saya. mereka ada di tempat paling atas, tempat paling spesial.

Kelas XI dan XII saya dan rizqa sekelas, kita sama - sama mengambil kelas bahasa, sedangkan kartika kelas ipa. sarni di sekolahnya mengambil jurusan ips. lalu, di tahun kedua menjadi murid SMA (kalau tidak salah) Sarni pindah ke Ambon dan melanjutkan sekolah disana.

Sempat lost contact cukup lama, tapi beruntung ada facebook yang mampu mendekatkan orang - orang yang jauh heheh. beruntung aplikasi - aplikasi yang lainpun ikut menjamur, bbm, line, instagram, sehingga kami berempat tetap bisa berkomunikasi satu sama lain.

Sekarang saya sedang menyelesaikan kuliah (yang mudah-mudahan adalah) semester akhir di Manado, sarni di Makassar, rizqa dan kartika di Sorong. rizqa berkuliah di Ma'had bilal bin rabbah dan sudah lulus, semoga saya, sarni, dan kartika bisa segera menyusul.

Momen paling menyedihkan adalah saat pernikahan rizqa dan hanya ada kartika disana. saya dan sarni dipisahkan jarak, andai terbang naik elang itu bukan hal yang tabu, andai terbang naik elang kaya di tivi - tivi itu benar adanya, andai elang bisa ngangkut saya yang seberat ini, andai manado ke sorong bisa ditempuh dengan naik angkot, saya pasti pulang, sarni juga pasti pulang. dan kita bisa berkumpul bersama lagi, seperti ketika kita masih di Mts dulu.

Yang paling membahagiakan adalah.... walaupun kita jarang bertemu, kita tetap teleponan setiap malam minggu atau setiap kita sama - sama sedang tidak sibuk, telepon sambung berempat, dan masing - masing dari kita akan bercerita tentang apa saja, tentang rindu yang harus dibayar dengan sebuah pertemuan disebuah kota asing, tentang siapa - siapa saja yang berhasil mampir di tiap - tiap hati kita, tentang masalah kuliah, tentang apa saja, sampai habis pulsa.

Kalau dulu kita berempat pernah gagal bikin kue dorayaki di rumah saya (nyontek resepnya dari majalah bobo), sekarang alhamdulillah kita gak gagal lagi waktu bikin blackforest di rumah rizqa, dan rasanya enak heheh

Saya, rizqa, sarni, dan kartika sudah bukan gadis kecil lagi sekarang, masing-masing kita sudah tumbuh menjadi perempuan dewasa dan persahabatan ini sudah berlangsung selama hampir 10 tahun, tidak bertemu sarni sudah hampir 7 tahun.. sumpah rindu ingin bertemu ini sudah mengakar di kepala dan hati, setiap liburan dan pulang ke sorong, saya, rizqa, kartika selalu jalan bareng namun minus sarni disetiap tahunnya. begitupun tahun ini.
rizqa, saya, kartika
kepada sarni yang kehadirannya selalu dirindukan, semoga nanti kita bisa bertemu lagi dalam keadaan lebih dewasa dan bisa foto bareng dengan formasi yang lengkap ada kamu didalamnya. pada saat itu makassar - ambon - sorong sudah tidak ada artinya lagi. semoga persahabatan ini awet. sampai lama.
sarni
Eh, siapa yang selanjutnya bakal menyusul rizqa? :)


Sorong, juli 2015

Selasa, 14 Juli 2015

kumat.


gadis itu ga jelas
gadis itu aneh
gadis itu gila. ngga. dia ga gila
dia hypophrenia. tau ga itu apa? kalo ga tau, plis gugling.
jangan takut dibilang autis, itu dunia kamu.
eh kamu ilfil ?
kalo boleh jujur gadis itu juga.
dia jauh lebih ilfil.

jauh

jauh

jauh lebih ilfil

kamu dan kamu dan kamu, cih! sebenarnya terserah. tapi kenapa sok sibuk coba?
atau si gadis yang sok sibuk?

"blokir saja semua akunnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh"

dalam hitungan ketiga, syndromnya bakal kumat. percaya deh.

semoga ga lama.

Sabtu, 11 Juli 2015

2.33 am


Belum juga sehari, sudah rindu saja. Se...lucu itu ternyata hatiku. Siapa yang mulai lebih dulu? jangan tanya. Sudah jelas aku, dan begonya kamu mengiyakan.
Kita ini disebut apa?
Padahal aku berharap kamu jadi manusia pertama yang akan mengu......ah sudahlah.

(Nb: hari ini aku nggak ngantuk, lho)

Senin, 06 Juli 2015

Ice Cream.

Manis. Seperti pada gambar ice cream yang kamu kirim malam tadi.
Katamu, kamu meleleh. Kataku, kamu sama halnya dengan ice cream. Katamu, ini perihal hati... HAHAHA
lelaki, lalu bagaimana dengan hatiku yang meleleh pun tidak bisa ku namai seperti itu sebab ia melebihi perasaanmu?



Minggu, 21 Juni 2015

dan ber-dialoque.

ada sebuah buku, minta dibaca. bersampul abu - abu, atau hitam, atau marun, atau ungu? mataku cacat, entahlah. pemiliknya turunan adam, asli, dengan rambut yang menggantung se.... gitulah pokoknya.
buku bersampul warna tak jelas itu aku dapat ketika sedang asik berimajinasi. jatuh tepat di depan mataku. kemudian jari, paket, dan mata bekerja sama menjelahi sana sini.
oh seru!
pasti seru. kelihatannya!
awalnya aku kira "ah.. tidak apa - apa. dia begini, dia begitu" habis itu sudah.
buku itu buruk rupa, sampulnyapun tidak jelas warna, isinya minta dibaca lalu aku memulainya

halaman pertama,
tidak jelas. kata - katanya membikin aku gelik, tidak, aku lebay. heran saja kenapa bisa ada kalimat yang disusun sebulshit itu dengan tujuan hanya untuk bertukar suara? 
tiga kali, mereka berbaris rapih. eh, tapi jujur aku sedikit..... tersanjung bahaha padahal saat itu aku betul - betul buta huruf, bahasa yang ku tahu hanyalah dia. kuabaikan saja buku yang minta dibaca halaman pertama.

halaman kedua,
sebenarnya aku sedikit ragu, lebih tepatnya aku tidak tahu kata apa yang tepat untuk menyebutkan nama dari perasaan gila ini.
aku belum bisa mengerti dan lagipula aku tidak pandai membaca hati.

halaman ketiga,
ada warna biru dan cerita yang tiba - tiba seru. sampai pada halaman ketiga, aku bisa menebak warna, ooooh mungkin aku tidak lagi buta... huruf? aku bisa membaca sedikit demi sedikit kata, perihal rasa. sesuatu yang awalnya utuh dikikis pelan - pelan, ceritanya mulai seru, sumpah!
aku jadi ingin banyak tahu...

halaman keempat,
banyak dialog dan monolog yang diciptakan sedemikian rupa hanya untuk berbagi dikala pekat. panjang. absurd. cenderung rancu. tentang apa saja, dan... aku semakin menjelajahi dengan banyak cara. segala sesuatu mulai nampak satu persatu, di dunianya aku melihat satu hal yang baru.

halaman kelima,
aku jadi tahu; ini ternyata begini, si ini begini, si ini dan si itu begini, si itu begitu. banyak. aku tahu dan yakin, walaupun sedikit, pemiliknya--dan--aku--kita satu frekwensi. kamu percaya?
aku mau terus berbicara omong kosong dengan seseorang yang rambutnya menggantung itu, aku tahu dia akan jadi sesuatu yang bisa saja spesial di suatu hari, entah kapan, tapi aku mau ini bukan harapan!

halaman keenam,
pulang ke halaman lima, disana banyak kisah yang sedikit - sedikit harus kucerna agar kepalaku ringan dan jiwaku tidak lagi mati penasaran. aku tahu alasannya menghilang, aku tahu sebentar lagi pemiliknya datang dan membawakanku kisah - kisah yang akan dilanjutkan pada halaman ketujuh, kedelapan, kesembilan, ke... sepuluhribujuta halaman berikutnya. aku tahu. kamu juga harus percaya.

buku jelek ini selesai kubaca sampai halaman keenam, selanjutnya kosong tak ada tinta. pemiliknya belum selesai toreh kisah rupanya. eeehhh, aku mau bersama pemiliknya menulis cerita... akan ku ceritakan dan kuberitahu warna air hujan yang sebenarnya: oranye. kau percaya?
sebab ia mengalir dari sudut kiri mata senja yang kehilangan kekasihnya. hahaha terlalu menyedihkan! ia bosan dengan warna merah muda, maka oranye saja.

oh iya, pemilik, iya, tentangnya-- dia-- aku malu memperkenalkannya. jatuh - jatuh melulu, kalau bisa bersuara mungkin ia akan meminta "jangan dulu... istirahatlah dulu..."

tapi aku tidak bisa.

sebut saja pemiliknya adalah turunan adam paling eksotis, eh bukan. paling antimainstream? iya. iya. iyabisa.

serupa dilan yang sering geregetan aku dibuatnya. tolong, kamu tolong percaya, aku tidak sedang mengada - ngada. lihat rambutnya aku jadi lapar, menggantung se.... gitulah pokoknya. tapi tidak pakai cabai, atau saos tomat, atau kecap. lihat senyumnya aku jadi haus. padahal ini musim puasa.

aku berdoa, tidak tidak aku berharap semoga saja malam nanti dia datang. dan membagiku banyak hal yang adalah isi untuk halaman ketujuh pada bukunya. semoga. semoga. aku menunggu cerita dihalaman berikutnya, dan seluruh isi dalam bukunya,
dan pemiliknya,
beserta kekasihnya.

semoga ia tepat waktu.

(omongkosong) di-der oranje
22.43

Rabu, 17 Juni 2015

Someday - Nina


Someday you're gonna realize
One day you'll see this through my eyes
By then I won't even be there
I'll be happy somewhere even if I cared

I know you don't really see my worth
You think you're the last guy on earth
Well I've got news for you
I know that I'm not that strong
But it won't take long, won't take long

Cause, someday someone's gonna love me
The way I wanted you to need me
Someday someone's gonna take your place
One day I'll forget about you
You'll see I won't even miss you
Someday, someday

Right now I know you can't tell
I'm down and I'm not doing well
But one day these tears, they will all run dry
I won't have to cry sweet goodbye

Cause, someday someone's gonna love me
The way I wanted you to need me
Someday someone's gonna take your place
Oh, one day I'll forget about you
You'll see I won't even miss you
Someday, I know someone's gonna be there

Someday someone's gonna love me
The way I wanted you to need me
Someday someone's gonna take your place
One day I'll forget about you
You'll see I won't even miss you
Someday, someday

Jumat, 29 Mei 2015

Hivi - Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi?

Luar biasaaaaa, sabtu ceriaaaa :)) lagi bahagia ya, nis? enggak juga sih, di bahagia - bahagiain aja lah.. capek mellow terusss. Bersyukur banget wifi di kosan lagi cantik - cantiknya eheh jadi ya gitu; blogwalking nyari referensi lagu - lagu bagusss. Nggak stalkingin doi lagi nih? woooh enggak! tar jadi galo. :p
Betewe, sekarang lagi suka banget sama lagu - lagunya HIVI! soalnyaaa as always; "waaaah gue banget!" iya sih itu alasan pertama saya jadi suka sama lagu - lagunya, lirik - lirik yang mereka tulis itu menyentil banget kedalam sukma, jiwa, dan raga para kawula muda seperti saya ini *oke saya lebay* *maaf*

Hivi itu apa sih, nis? jadi.. menurut info yang saya baca, Hivi itu adalah band yang beranggotakan empat anak muda yang tampan - tampan dan juga cantik yakni; Dea, Ilham, Febri, dan Ezra. Band yang terbentuk sejak tahun 2009 ini berasal dari Bogor dan di produseri oleh Nino RAN. Kabarnya sih semua personilnya ini sudah saling kenal sejak SD, mereka teman main gitu--tetanggan, gedenya ngebentuk band deh hehe.

Sebelumnya saya sempat suka juga sama lagu mereka yang 'orang ketiga' tapi ya itu.. cuma sebatas suka doang, gak sampe nyari tau kaya sekarang. Sampaaaaaaiiii pada saat kuping saya tiba - tiba aja jatuh cinta pada pendengaran pertama sama lagu mereka yang "Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi", nah sejak saat itulah Hivi masuk kedalam list band kesukaan saya. Saya nggak pengen ngebahas Hivinya lebih dalam sih, yang pengen saya bahas adalah lagunya yang itu tuuuh. yang mana? yang ituuuu... yang siap ato nggak.

Jadi kan sekarang ini saya lagi magang di salah satu stasiun radio, dan ada jam - jam di mana saya nge-relay program musik. Secaraaaa radio gituloh, udah pasti punya banyak lagu dong. Terus mata saya itu ngeliat satu file di komputernya, nama filenya "Hivi!" yang mana disitu itu terdapat semua lagu Hivi. Saat itu cuma satu lagu Hivi yang saya tau, ya ituuuu.. yang Orang Ketiga. Jadinya, tiap ngeplay lagu cuma itu itu mulu yang saya  putar. Tapi sejak tau lagu ini, lagunya jadi lagu wajib yang bakal saya putar setiap kali ngerelay. hha

Semuanya itu bermula dari..... nggak tau kapan tepatnya iseng - iseng buka youtube nyari referensi lagu - lagu enak, ga sengaja ngeliat satu videoklip yang kayanya unik *menurut saya* Hivi - Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi baru di upload terus saya klik deh. Pas denger baru "huuuuuu" nya doang udah langsung suka haha, serius, konsep videoklipnya yang simple itu bikin gregetan, cuma siluet - siluet dan cuma bermain di gestur, sahut - sahutan antara si cowok sama si cewek. Gitu deh pokoknya, saya gak pinter menilai sesuatu, asal itu bagus menurut saya bagus, ya berarti baguss heheh


Oh jadi lagunya itu nyeritain soal apa sih, Nis? nyeritain soal..... dengerin sendiri deh dijamin suka juga. Bagusss, suara Dea dan Ilham juga enak.

Say Hivi!
Fyi, ini liriknya saya mau share juga :))

Hivi - Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi

Ketika ku mendengar bahwa kini kau tak lagi dengannya
dalam benakku timbul tanya
" masihkah ada dia di hatimu bertahta atau ini saat bagiku
untuk singgah di hatimu?
namun siapkah kau tuk jatuh cinta lagi?

* Meski bibir ini tak berkata
bukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita
dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena
diriku tak mampu untuk bicara bahwa aku inginkan
kau ada di hidupku

Kini ku tak lagi dengannya, sudah tak ada lagi rasa
antara aku dengan dia
siapkah kau bertahta di hatiku, adinda?
karena ini saat yang tepat untuk singgah di hatiku
namun, siapkah kau tuk jatuh cinta lagi?

back to *

Pikirlah saja dulu hingga tiada ragu
agar mulus jalanku melangkah menuju ke hatimu..

Bila kau jatuh cinta katakanlah
jangan buat sia - sia
siapkah kau tuk jatuh cinta lagi?

Nah... ituuu dia. Tapi, kembali ke selera masing - masing sih. Kalau kamu dengerin lagu ini dan kamu juga suka, itu berarti kita satu frekwensi!
Toosssssssss! :))

Kamis, 28 Mei 2015

Jauh...

Bahkan untuk sekedar berjabat tangan sebagai tanda perkenalan pun tidak sampai. Kamu terlalu jauh, jarak Jupiter ke Pluto jauh. Kamu harus melewati Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Jauh. Yang ia tahu, cara yang mampu menghantarkan segalanya kepadamu hanyalah gelombang, ia membawa semua pesanku untukmu.
Tanganku tak mampu menggapaimu...

Setidaknya kamu makhluk baik hati yang menyambutku dengan selengkung senyuman malam kemarin. Awalnya. Namun entah kemalangan jenis apa yang mengekorinya dibelakang, sinarnya perlahan meredup. Mati. Habis. Barangkali, pesona venus jauh lebih terang? Barangkali.

Dan matamu..

   Dan suaramu..

       Dan segala sesuatu tentangmu.

Pada belahan antariksa sebelah sana, ada satu perempuan melafalkan namamu jauh lebih khusyuk, mungkin? perempuan dengan wujud nyata, perempuan tentu jauh lebih giat mengantarkan berbagai jenis perhatian, sampai - sampai tangan kusam yang hendak menghantarkanmu ucapan "selamat tidur" pun jadi tidak berarti. Malang. Hatinya tetiba nelangsa. Dadanya membiru. Ia kalah jauh sebelum ia mencoba untuk memenangkan hatimu. Tak apa. Ia hanya ingin menjabat tanganmu. Sebatas itu.

Selasa, 26 Mei 2015

Kerinduan.

Dengan nyanyian dengan tarian
Dengan segala rasa yang sederhana
Tersenyum pada luka yang dijaganya

Lelaki itu duduk sendiri
Mengira-ngira kata apa yang tak sempat ditanyakan pada hening dan duka yang memeluknya
Ditanyakan pada luka yang dijaganya
Pada air mata yang menjadi baju dan nafasnya

Hanya tersisa kerinduan
Bersama kehampaan
Berjalan dengan kerinduan
Tertunduk pilu
Menanti dalam kerinduan
Terbungkus oleh kehampaan
Menyerah pada kerinduan
Kerinduan...

-Payung Teduh

Minggu, 17 Mei 2015

Edisi Tzurhat Gaje


Der Oranje,
lewat tengah malam.

Aneh. lo itu siapa sih nis? bahkan cemburupun nggak berhak hahaha rasain lo sapa suruh kepoin anak orang lo galo gak lo? emang enak wahahaha.
jadi gini, sebenernya dari kapan tau udah stalkingin gitu sih hahah kan cewe, kalo naksir sama cowo semua - semuanya dicari tau. eh apa cuma gue doang ya?
iyalah mungkin gue bisa kali jadi agen fbi, ato jadi temennya conan. muahaha coz im the stalker, and the city is mine <- liriknya Adhitia Sofyan.

Terusssss dapet deh fakta - fakta menarik yang sukses bikin hati cembs, tapi helloooh balik lagi ke pertanyaan awal "lo siapa sih nis?"
yaaa gueeee sebut saja pemuja rahasia elo (kayanya si nggak rahasia lagi-__-) yaaa gue orang yang ngarepin elo tapi lo nya ga ngarepin balik hahaha kasian amat yak? iya. so, disini ceritanya kasih gue tuh tak sampai, cinta gue bertepuk sebelah tangan.

Naaaaah, karena gue posisinya jatuh cinta sendirian kalo mo cemburu yaaa cemburunya jugasendirian, dipendam gitu. pendam--pendam---pendam sampe meledak.
kadang kalo udah ga sanggup dipendam ya dikodein tipis - tipis, eh tapi yang dikodein ga peka lalalala~ pasti bukan anak pramuka deh makanya ga ngerti ngebaca kode dudududu~

Iyaa aduh menyedihkan banget sih guenyah *tb tb baper*
maafkan akohhh. iya gue emang manusia paling baper kayanya haha semua-semuanya dibuat galo, dibawa perasaan. yaaa namanya juga cewek kan yaaaah? eapa cuma gue doang ya?
hm apalagi ya, oh iya balik lagi ke topik utama: cemburu, envy ato apalah itu.. sapa suruh si kepoin, iya sih kepo emang menambah pengetahuan, tapi efek samping yang dihasilkannya ituloh bikin dada bengkak haha iya serius jadi kemarin, ehm maksud gue kemarin kemarin dulu pokonya udah lama deh, gue kepoin semuamuanya akun eloooooo.. dan kalian a.k.a lo dan mantan pujaan hati lo sweet banget hahahah. ituh pasti waktu lagi sayang - sayangnya ya? ato sayangnya masih berlanjut sampe sekarang? T,T
kalo dari hasil pengkepoan gue sih ada sebelah pihak yang masih menyimpan rasa, ato dua - duanya? jadi, gue disini sebagai apa? oh iyaaaaa pemeran pembantu hohoho cameo yang cuma numpang lewat doang, terus udah deh.

Sumpah ngebayanginnya aja tuh masih berasa cekit - cekitnya sampe sekarang.
udah gitu yang naksir lo banyak lagi, gue cuma salah satu dari sekian banyak itu yang ga bakalan mungkin kepilih. asik haha. jauh si lo ga nyampe deh tangan gue buat ngeraih elo, bahkan buat sekedar salaman.

Btw, lo di cuekin lagi ya nis? haha puk puk. yang cabal eah.
sok underground si lo, bilang aja ga pedean. Y, Q EMG G PDEAN!! so what?
ini lo lagi ngomongin apaan sih?
jadi, sekarang sih tergantung lo aja nis. jangan terlalu ngerasa nyaman, bisa gawat ntar. daaaan satu lagi, mending cabut dari sekarang deh  gausah nyoba masuk lagi ke rumah hatinya *uhuy* percuma~ tuan rumahnya ga mo bukain pintu buat orang gaje kaya lo.
yaudah deh. bhay!

Selasa, 12 Mei 2015

Quote by Dee

"Diapun begitu, membuatku hanyut   oleh sorot matanya, membuatku lupa oleh kesedihan rasanya, sampai aku tak bisa katakan apa-apa padanya. Bahkan untuk sekedar bilang rindu atau butuh.."

Dee - Perahu Kertas

Senin, 11 Mei 2015

Kali Pertama.

22 maret.

Kali pertama saya dengar suaranya, via telepon. Suara berat khas perokok yang menurut saya berbicara dengan sangat panjang lebar, lebih banyak bertanya dan sangat berbeda dengan dia yang kau temui dalam pesan - pesannya.

Kali pertama dan tanpa sepengetahuannya saya merekam dengan baik - baik di kepala setiap intonasi yang ia keluarkan. Tawanya manis, yang jika itu adalah cokelat silverqueen ingin saya makan terus, persetan dengan diabetes.

Kali pertama yang meninggalkan jejak hingga dua bulan berlalu...

Kali pertama dan obrolan hangat yang tidak akan saya lupakan sampai kapanpun. Bahkan, sudah saya hafal betul setiap kata yang ia ucapkan malam itu.

" di jawab dong... "
" penasaran nggak? "
" mukanya kreditan kali ya.. "

lalu tawanya pecah, saya juga.


"sometimes when i miss you, i put those records on" - Katy Perry"
tetiba hipotermia bercampur palpitasi..

Minggu, 26 April 2015

Aku yang Asing..

Aku yang asing ini masih ingat betul bagaimana awalnya sampai bisa berkenalan denganmu

Aku yang asing ini ingin sekali berkenalan dengan ibumu, bercengkrama dengannya sambil sesekali menertawakan betapa konyolnya cerita masa kecilmu

Aku yang asing ini diam - diam selalu mengawasimu, mencari tahu apa saja yang kau lakukan disana bersama duniamu

Aku yang asing ini mau mempelajari sifatmu, menyelami apa - apa yang menjadi kesukaanmu

Aku yang asing ini kadang - kadang mencemburui gadis - gadis yang bisa sedekat itu denganmu

Aku yang asing ini selalu ingin menyapamu lebih dulu, tapi takut disangka tidak punya malu

Aku yang asing ini selalu menyanyikan lagu - lagu jatuh cinta dan diam - diam membayangkanmu

Aku yang asing ini setiap paginya selalu mengecek line, sekedar memastikan bahwa masih ada namamu di daftar kontaknya.

Aku yang asing ini tahu betul betapa konyol apa yang dirasakan dan dihayalkan

Aku yang asing ini ingin selalu bercerita banyak hal, tentang apa saja, asal bersamamu kita membunuh waktu

Aku yang asing ini... masih ingin tahu banyak tentangmu, sekalipun itu adalah hal sepele yang tidak penting buatmu

Tapi, Aku yang asing ini...

Rabu, 15 April 2015

Postingan Dini Hari dan Obrolan Untukmu.

Hallo tan! Sedang apa? saya membuat tulisan ini sembari menemani Gita membeli kebutuhannya di salah satu supermarket. Awalnya saya tidak berniat untuk membeli apapun karena seminggu yang lalu saya telah membeli semua keperluan saya yang sudah habis. Tapi semua berubaaaah saat saya menginjakkan kaki ke tempat mie. Mereka terlalu enak untuk tidak dibeli, saya putuskan untuk membeli beberapa.



Sebelum ke supermarket sebenarnya kami nonton berempat; saya, Gita, Jajang dan Kevin tapi akhirnya Jajang dan Kevin memutuskan untuk pulang lebih dulu saat film telah usai. Tunggu tan, kami tidak sedang doubledate. Kantor tempat saya magang sedang mengadakan nobar film bersama crew, pemain filmnya, dan beberapa orang yang beruntung (mereka mengadakan undian dan yang beruntung akan mendapatkan tiket nonton gratis) jadilah sepulang magang kami berempat datang bersama.


Sebetulnya saya tidak begitu menyukai film horror, tan. Tapi karena hampir semua orang di kantor nonton, saya putuskan untuk ikut, lalu ketika filmnya dimulai saya malah tidur dan bangun setelah filmnya hampir selesai.

Tan, apa kabar? bagaimana keseharianmu disana? pasti menyenangkan, bukan?

Menjadi dewasa ternyata melelahkan ya, tan. Rumit. Kadang saya justru membenci dunia orang dewasa, namun tidak jarang saya mensyukuri posisi saya saat ini. Saya dapat mengenal hal - hal baru yang belum pernah saya jumpai sebelumnya di waktu kecil, melakukan banyak aktivitas yang dulu hanya saya perhatikan lewat orang - orang sekitar, eh tau - tau sekarang saya sudah berada di zona ini, sendirian tan. 

Merantau, kamu tau betapa sekarang saya mensyukuri pilihan saya untuk itu? melakukan segalanya serba sendiri, kamu boleh bilang mungkin saya masuk kriteria perempuan mandiri, hahah saya bersyukur kedua orangtua saya tidak begitu memanjakan anak - anaknya, mereka mengajarkan saya jika ingin mendapatkan sesuatu maka saya harus berusaha, jika saya menginginkan sesuatu dan saya bisa mendapatkannya sendiri saya pikir saya tidak butuh orang lain. Dan jujur saya tidak begitu menyukai orang yang manja, orang yang terlalu mengharapkan orang lain untuk melakukan sesuatu untuknya padahal dia bisa melakukannya sendiri. Semoga kamu bukan tipe manusia seperti itu.

Ngomong - ngomong, bagaimana kehidupanmu di usia yang baru? 24 tahun bukan lagi remaja. Usia begitu sudah pantas memikirkan rumah tangga, hahah tapi saya tahu kamu bukan tipikal anak laki - laki seperti itu, saya tahu kamu masih ingin bersenang - senang dengan teman - temanmu tanpa memikirkan perempuan apalagi pernikahan kan? Aduhh tan.. kenapa kamu cool sekali?

Ini hari yang begitu melelahkan, tapi saya senang. Beberapa hari belakangan hari - hari saya memang terasa sedikit melelahkan, tidur telat dan bangun diawal waktu, ke kampus, lalu lanjut ke tempat magang, mencari berita, berhadapan seharian dengan layar handphone, pulang malam, lalu tidur dan akan begitu selama duabulan ke depan. Terdengar sedikit sok sibuk ya, tan? saya memang sengaja menyibuk - nyibukan diri, saya tidak ingin ketika saya luang saya mengingat kembali apa yang tidak ingin saya ingat. Minus dan silinder di mata saya bahkan semakin menjadi - jadi, sepertinya saya butuh kacamata baru.


Tan, saya rindu. Kamu apa tidak punya rencana untuk datang kesini sekedar mengunjungi kawan - kawanmu? saya ingin bertemu, maksud saya, saya ingin mengulang kejadian ribuan hari lalu, kamu ada didepan saya tapi saya bersembunyi dibelakang kamu, tapi saya melihatmu dari jauh.. begitu saja, tan..

Anak perempuan ini sudah tumbuh besar tan, bukan lagi anak perempuan berusia 17 tahun yang dulu kamu kenal. Dia sudah tidak se-pemalu dulu, tapi dia masih ingin mengagumi diam - diam saja, seperti yang lalu.

Ibu dan abahmu semoga mereka selalu sehat.

(Nb: jangan lupa untuk selalu bahagia, tan!)

Kamis, 09 April 2015

Maukah?

Maukah kamu menjadi Mamaku? Aku sudah punya Ma, kupanggil ia Ma, hanya Ma, wanita yang melahirkanku dari rahimnya, ibu kandungku.

Tapi aku belum punya mama, maukah kamu?

Menjadi pendamping putramu, berbagi cerita tentang masa kecilnya, menyayangimu seperti aku menyayangi Ma ku.

Maukah kamu menjadi Mamaku?

Sehat - sehat dan hiduplah terus sampai hari itu tiba, hari dimana kita akan bertemu dan menjadi satu keluarga.

Sabtu, 04 April 2015

Betapa. Dan seharusnya ini minggu ceria!

Jangan kesepian. Itu saja.

Betapa perempuan ingin mendekapmu dan mengatakan semua akan baik - baik saja, tidak perlu merasa sendiri, ia janji akan menemani.

Betapa perempuan yang seandainya bisa ia akan mengajakmu terbang mengelilingi antariksa, biar hilang segala jenis gundah.

Semua.. semua baik - baik saja.

Masalah yang ada di hidupmu, mereka akan mendewasakanmu duhai lelaki. Lalu pribadimu kan bertambah kuat dan kau harus tau perempuan selalu dibelakangmu, menopangmu kalau saja kau terlalu jatuh.

Jangan kesepian..

Perempuan sedih melihat banyak beban yang terus tumbuh di kepalamu, beban yang terus mengakar dan membuatmu semakin rapuh.

Betapa perempuan ingin menghampiri dan menyanyikanmu lagu - lagu kesukaan.

Betapa perempuan ingin menggenggam jemarimu dan lelaki yakin saja semua akan membaik, karena kamu istimewa maka Tuhan membuatmu merasakan apa yang tidak orang lain rasa.

Senin, 30 Maret 2015

Perempuan dan Mata.


Ada sendu di matanya, tidak kah kau rasa hai lelaki?
Perempuan yang pandai menciptakan banyak kaca disitu, di matanya.
Ada.. ada wujudmu; lelaki, didalamnya.
Perempuan memenjarakannya serupa napi yang menunggu hukuman mati.
Perempuan dan segudang harapannya, harapan di dalam matanya.
Perempuan yang tahunan berlalu namun masih memandang hanya pada satu arah; kamu, duhai lelaki.


Mataku tua dibilangnya...

Rabu, 25 Maret 2015

Dia.


Dia, seenggaknya punya wajah yang fotogenic lah.. biar bisa diajak selfie segala macam gaya, nggak hanya senyum kaya orang mau foto buat ktp.

Dia, yang kalau saya bilang "saya suka white shoes and the couples company" dahinya nggak mengkerut dan nanya "itu apa? nama makanan?"

Dia, seenggaknya bisa lafalin "white shoes and the couples company" dengan baik dan nggak kebalik.

Dia, yang kopi serta rokok adalah teman setianya.

Dia, yang berkepribadian santai tapi serius untuk masa depannya.

Dia sudah pasti sangat sayang ibunya,

Dia yang nggak rapih, berkumistipis, apa adanya bahkan dengan sendal jepitpun dia akan terlihat sangat berkharisma, yang celananya rombeeeeeng, yang kaos hitamnya berwarna pudar sampai bingung dibedakan antara warna abu atau hitam.

Dia yang tingkat ke-cool-annya bakal naik 100000000% waktu dia naik vespa.

Dia yang nggak perlu punya nilai sempurna di bidang akademis, cukup berwawasan luas dan nyambung ketika diajak bercerita tentang ikan paus dilaut atau bunga padi di sawah?

Dia yang maybe bakal bilang "you never looked nice, but you looked like art; wasn't supposed to look nice, it was supposed to make me feel something"

Dia yang percaya, percaya, itu saja, cukup percaya dan nggak minta banyak alasan!

Dia yang nggak nanya "kenapa jalannya nunduk? mukanya manaaaa?"

Dia yang... ah udah ah, mungkin si dia hanya imajinasi yang nggak bakal ada.

Atau,

di belahan Bumi yang entah dimana, dia ada...

Tapi, belum kelihatan.

Atau,

Dia di Jupiter?

Atau,

Dia, kamu?

(Nb: yang diketik miring dan di bold itu sepenggal lirik Payung Teduh - mari bercerita)

Senin, 16 Maret 2015

Dialog.

Hallo. Apakabar?
Kapan - kapan kita ngobrol lagi kalau tidak sibuk.
Semangat buat tugas akhirnya, ya!

(Nb: diketik sembari mendengarkan Lionel Richie - stuck on you)

Sabtu, 14 Maret 2015

Sabtu Sore.

Musim nikah, dan salah satu sahabat sedang bersedih hati karena mantan gebetannya menikah hari ini. Jadi, ceritanya sih hari ini teman - teman di Sorong sedang sibuk mempersiapkan diri untuk menghadiri resepsi pernikahan salah satu teman SMP yang akan dilangsungkan sebentar malam. Tiba - tiba saja ada sebuah bbm masuk dari seorang sahabat sebut saja Iva yang isinya kurang lebih seperti ini:

Iva: "Nuy, kau tidak datang mi diacara nikahnya Fahri?"

Saya: "Nda. Saya tidak lagi di Sorong ini. kau datang kah? jang ko menangis e hahah"

Iva: "Sa datang bawa kado isinya hatiku yang terbelah , nanti sa peluk Fahri baru sa menangis ='( =))"

Membaca balasan Iva yang ini membuat saya terkikik geli, dan juga sedih. Saya tahu betul bagaimana rasanya berada di posisi Iva sekarang. Saya jadi teringat Risna, perempuan yang ditinggal menikah oleh mantan kekasihnya, berita dan video tentang Risna ini sempat booming beberapa waktu lalu di dunia maya. Risna yang menghadiri pernikahan mantan kekasihnya tiba - tiba saja memeluk si mantan sambil menangis ketika tengah memberikan ucapan selamat, pasti berat mengikhlaskan orang yang dulunya pernah melewati hari bersama kita menikah dengan yang lain. Disini saya membayangkan sebentar malam Iva akan menangis didalam pelukan Fahri seperti yang dilakukan Risna pada mantan kekasihnya itu. Pasti lucu. Tapi sepertinya Iva tidak senekat itu.

"Iyo bawa kado hatimu yang terbelah, bungkus pakai pita merah muda neh" canda saya

Iva hanya membalas "hahaha"

Tertawa. Tawa paling getir barangkali.

Saya? saya sedang menuju kesitu juga. Maksudnya ya.. saya sedang memperkuat diri menuju kesedihan ditinggal menikah untuk kesekian kalinya eaaa hahahha. Yakan, siapa tahu dalam waktu dekat ini saya akan bernasib sama seperti Iva? maka dari itu saya tengah melatih hati untuk tidak berdarah dari sekarang, dan kalaupun nantinya akan berdarah heheh tak apa, sudah saya sediakan banyak perban disini.

Saya mengetik postingan ini sembari mendengarkan lagu dari Damien Rice - Accindental Babies. Okehhhhhhhh ini backsong yang cocok sekali untuk Iva, orang - orang yang ditinggal menikah, dan saya mungkin? mungkin...

do you come together ever with her?
and is she dark enough?
enough to see your light?
and do you brush your teeth before you kiss?
Do you miss my smell?
and is she bold enough to take you on?
do you feel like you belong?
what about me?
what about me?

Saya tidak bisa memberikan Iva petuah - petuah yang dapat menguatkan hatinya, saya hanya bisa sedikit menghibur, mungkin Iva dan Fahri tidak berjodoh. Entahlah, saya tidak ingin berbicara perihal jodoh disini. Tapi, yang jelas semoga Fahri dan istrinya bisa langgeng selamanya. Dan, Iva? Selamat patah hati.. menangis saja sepuas - puasnya, nanti suatu saat pasti akan ada satu orang yang datang menghapus tangis diwajahmu karena Fahri. Eaaak hahah. Yasudahlah, semakin ngawur. Bye :))

(Nb: Iva dan Fahri bukan nama asli, disamarkan takutnya ketahuan hahah)

Jumat, 13 Maret 2015

Berdistraksi.

Ku melangkah terseok ku dibunuh waktu, seingatku waktu itu kau bersamanya
ku menjadi bulan - bulanan oleh perasaan, ku diabaikan dalam sendu
hatiku membiru, terperangkap, menggerutu!

Mengalihkan peristiwa, menampikkan kenyataan yang tak kunjung usai sampai ujung waktu tiba hingga ku jatuh tenggelam dalam keresahan.

Ku terdiam tersungkur tuk dibunuh waktu, walau nanti pasti waktu akan berlalu
esok pasti kau tak kunjung muncul dan tak menentu
mungkin aku masih bisa memalingkan rindu?
mungkin begitu...
hatiku membiru, terperangkap, menggerutu..

(Nb: lagu Danilla - Berdistraksi sedang cocok banget)

Selasa, 10 Maret 2015

Selamat Ulang Tahun.

Selamat ulang tahun! mau dikasih hadiah apa? kaset iwan fals? sudah pernah, semoga masih disimpan. Saya nggak punya banyak duit buat hadiahin kamu tiket pp manado - bali buat nonton konser nyanyian raya hahah jadi, saya hadiahkan saja doa paling tulus yang saya persembahkan dari lubuk hati yang paling dalam.. eaak xD

Selamat ulang tahun ya, kamu. Selamat jadi ketua bpk Oi di daerah kamu, cieee nggak nyangka lho heheh.
Selamat tanggal sepuluh, selamat bulan maret, selamat memasuki usia yang ke duapuluhempat.
Semoga semakin sayang ibunya, semoga semakin dewasa, semoga semua harapan kamu di usiamu yang baru ini didengar Tuhan.

Selamat ulang tahun. Doa - doa tulus semoga selalu mengalir di nadimu.

(Nb: purnama malam ini barangkali bisa jadi hadiah ulangtahunmu, ia sedang cantik - cantiknya)

Senin, 09 Maret 2015

Pulang.

"Aku sudah pulang"
"Baguslah, aku sudah lama menunggu di depan pintu"

"I'm home"
"Selamat datang. Bagaimana harimu?"

"Nanti aku kabari lagi"
"Kenapa lama sekali?"

Bahkan ini menjadi sesuatu yang sangat disayangkan untuk tidak diabadikan. "pulang" katamu. Tetiba aku merasa seperti rumah bagimu.

Dalam bayanganku, saat kamu lebih memilih untuk menghabiskan harimu diluar, aku tidak mengapa, dengan sabarku, aku janji akan setia menunggu didepan pintu. Dengan suasana hati yang bagaimanapun nanti kamu ketuk pintu rumahku, akan selalu kusambut dengan gembira di hatiku.

Ini hanya sedang berandai - andai, tuan. Tentang perempuan penunggu dan lelaki yang mengucap "aku pulang". Akan kuseduhkan secangkir kopi untukmu, kau suka kopi, bukan? lalu duduklah barang sejenak, atau tak apa berlama-lah saja.

Dan, segalanya akan terus kita ulang, atau aku sendiri yang mengulang? begitu - begitu saja. Kau pergi, aku menunggu, kau datang dan mengucap "aku sudah pulang" dan aku bahagia menyambutmu datang.
Hayalan - hayalan gila ini, tuan... begini saja..

Sabtu, 07 Maret 2015

Matamu.

Matamu.

Mataku?

Iya. Matamu.

Dilihat dari sudut manapun tetap cantik, walau sebenarnya kau laki - laki. Atau, bagaimana dengan 'matamu tampan'?
atau, matamu cantik dan juga tampan?
atau, iya, aku sedang ngawur pagi ini dan kau boleh bilang aku menggilaimu. Tidak, tidak, maksudku menggilai matamu...
Sebab, kulihat ada bulan disana, juga langit yang begitu lapang berhiaskan bintang - bintang.

Tunggu, ini aku lagi ngomongin apa sih? -_-

(nb: diketik sembari mendengarkan maliq and d'essential - penasaran)

Oktober 2020

 Aku membaca lagi perasaanku di tahun - tahun kemarin. Lucu, geli, manis, pahit, macam - macam rasanya. Aku tidak begitu lagi sekarang, tapi...